Wednesday, March 25, 2015

Penggunaan Bahasa dalam kehidupan sehari-hari

ARTIKEL TENTANG KEBAHASAAN
Penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari

Bahasa adalah bunyi yang keluar dari alat ucap manusia, merupakan ujaran yang bermakna, merupakan sebuah system lambang yang digunakan oleh sekelompok orang untuk bekerjasama dan bertukar fikiran untuk mendapat informasi, untuk saling mengeluarkan gagasan tentang apa yang ada difikirannya, bahasa juga digunakan sebagai alat pemersatu bangsa.

Menurut para ahli (Abdul Chaer:2007,33) Bahasa mempunyai ciri dan hakikat yakni bahasa itu sebuah sistem yaitu bahasa tersusun secara berpola dan teratur, bahasa itu unik maksudnya bahasa memiliki ciri khas masing-masing, ciri khas itu bisa dilihat dari nada maupun lengkong pengucapan bahasa itu  sendiri,  bahasa itu arbitrer yaitu manasuka, berubah-rubah dan tidak tetap, bahasa itu bermakna yaitu mempunyai arti, bahasa itu bunyi, maksudnya bunyi yang keluar dari alat ucap manusia, bahasa itu lambang. Selain itu, bahasa bersifat konvensional artinya dipatuhi, maksudnya jika masyarakat bahasa telah mematuhi bahwa binatang berkaki dua yang sering berkokokdinamakan ayam, maka seluruh masyarakat bahasa mematuhinya, bahasa bersifat manusiawi, karena itu bahasa hanya dimiliki oleh manusia, jika ada hewan yang dapat berkomunikasi dengan manusia itu karena hewan terbiasa berada diantara lingkungan manusia, hewan hanya memiliki naluri atau insting tidak memiliki alat ucap karena itu hewan dikatakan tidak bisa berbahasa layaknya seperti manusia.
 
Kemudian bahasa itu universal artinya bahasa itu memiliki ciri-ciri yang sama, meskipun bahasa itu unik yaitu memiliki ciri khas masing-masing tapi sebenarnya bahasa memiliki ciri yang sama, misalnya barang yang berkaki empat yang sering dipakai di Sekolahan untuk belajar, jika di Indonesia dinamakan meja, jika di Inggrisdinamakan table, nach kedua-duanya sama-sama berkaki empat, biarpun berbeda nama tapi ciri-cirinya sama. Bahasa itu dinamis artinya menyesuaikan sesuai perkembangan zamannya,bahasa itu bervariasi yaitu bermacam-macam, bahasa itu produktif yaitu selalu menghasilkan bahasa-bahasa baru misalnya zaman sekarang sedang musimnya bahasa alay seperti cius dan miapa, yang seharusnya menurut KBBI serius dan demi apa. Bahasa Indonesia memiliki tiga buah status, yaitu sebagai bahasa nasional, sebagai bahasa persatuan, dan sebagai bahasa negara.Sebagai bahasa nasional artinya bahasa Indonesia adalah lambang kenasionalan bangsa dan negara Indonesia, disamping Lagu Kebangsaan Indonesia dan Bendera Kebangsaan yaitu Sang Saka atau Sang Merah Putih. Sebagai bahasa persatuan, artinya bahasa Indonesia adalah satu-satunya bahasa yang menjadi alat komunikasi verbal  yang tersebar luas  dari sabang sampai merauke. Kemudian sebagai bahasa negara, artinya bahasa Indonesia adalah satu-satunya bahasa yang harus digunakan dalam menjalankan administrasi kenegaraan atau kegiatan-kegiatan yang bersifat nasional Indonesia. (Abdul Chaer,2011:1).
Fenomena lunturnya penggunaan bahasa Indonesia dapat kita temui yaitu sekarang jika kita berkunjung ke tempat wisata-wisata yang cukup besar, bahasa Indonesia itu hanya 50% digunakan, sedangkan 50%nya lagi sudah digantikan dengan bahasa Inggris.Hal ini menunjukkan sebuah gambaran kepada kita, betapa menurunnya rasa nasionalisme dan kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat kita. Rendahnya minat generasi muda untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, juga merupakan sebuah tantangan yang kedua yang dapat melunturkan bahasa Indonesia. Sering kita dengar di sekitar kita bahwa sekarang para generasi muda lebih suka menggunakan bahasa Inggris. Misalnya seseorang bertanya "Hay apa kabar?" lalu lawan bicaranya menjawab “Fine”. Dari percakapan sederhana seperti itu saja untuk menjawab kabar baik harus dengan bahasa Inggris. Apa susahnya jika kita menjawab dengan bahasa Indonesia. Ada yang mengatakan kalau tidak memakai bahasa Inggris tidak keren atau kata anak zaman sekarang tidak gaul, padahal belum tentu yang diucapkannya itu sudah benar. Oleh karena itu, bahasa Indonesia perlu untuk kita lestarikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal yang dapat dilakukan yaitu dengan menumbuhkembangkan budaya kesadaran berbahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dari diri kita sendiri. Proses pembiasaan akan berlangsung secara maksimal jika didukung dengan lingkungan yang bersifat mendukung atas penggunaan bahasa Indonesia tersebut. Lingkungan yang mendukung misalnya sekolah-sekolah formal harus sering mengadakan suatu kegiatan dalam usahanya melestarikan bahasa Indonesia misalnya dengan mengadakan lomba menulis, membuat puisi, membuat artikel yang dapat dikemas dalam suatu perayaan bulan-bulan kebahasaan seperti Bulan Bahasa, bulan Chairil dan lain-lain. Dengan kegiatan tulis menulis seperti itu membuat para generasi muda lebih mengerti bagaimana cara memakai bahasa Indonesia dengan benar, mengerti kenapa bahasa Indonesia itu perlu dilestarikan dan yang paling penting kita semua bisa menghargai bahasa Indonesia. sebagai warga Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sehingga orang yang mendengar ucapan kita dapat meniru sesuai apa yang kita ucap. Tapi apabila sebaliknya kita yang sebagai warga negara Indonesia tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan benar sudah pasti yang mendengarnya pun akan mengikuti ucapan tersebut. Dikarenakan orang berkewarganegaraan asing Seperti “seorang anak kecil, pasti akan meniru ucapan orangtuanya. Apabila yang diucapkan orangtuanya kata-kata yang kurang baik dan didengar oleh anaknya maka anaknya pasti akan meniru kata-kata tersebut dan begitu pun sebaliknya”. Kendala lainya yaitu masih adanya anggapan negatif yang kurang mendukung keberadaan bahasa Indonesia, diantaranya menganggap Bahasa Indonesia ada secara alamiah, menganggap Bahasa Indonesia itu mudah, dan menganggap Bahasa Indonesia lebih rendah daripada Bahasa Asing. Tentunya hal ini
tidak hanya di kalangan remaja bahkan di semua kalangan. Penggunaan bahasa gaul yang saat ini lebih diminati seharusnya digunakan pada saat tertentu saja sehingga penggunaan bahasa Indonesia tidak mendapat gangguan dari bahasa gaul. Kebiasaan-kebiasaan serta anggapan-anggapan yang negatif tentang bahasa Indonesia perlu dihindari. Hadirnya bahasa gaul tidak dilarang pemakaiannya, hanya saja yang perlu diperhatikan adalah jangan mencampurkan penggunaan bahasa gaul serta asing ke dalam percakapan bahasa Indonesia. Apabila hal ini dilakukan dengan kesungguhan serta kesadaran maka bisa dipastikan Bahasa Indonesia akan menjadi salah satu bahasa yang di kenal dunia dan hanya menunggu waktu saja.


Daftarpustaka

Chaer, Abdul. 2007. LinguistikUmum. Jakarta: RinekaCipta.

No comments:

Post a Comment