
Suatu hari Roni sedang melamun
di teras rumahnya, ia berkhayal andaikan dia menjadi raja yang berkuasa, akan
dia perhatikan seluruh warga di negerinya, tidak akan dia biarkan satu
keluargapun kelaparan ataupun kesusahan seperti yang saat ini dia rasakan,
Breeeng,,, suara barang jatuh memecahkan lamunan Roni.. “(kaget)...
suara apaa ituu”?????sahut roni, ia pun menghela nafas seraya menghampiri asal
suara itu, yang ternyata berasal dari belakang pintu rumahnya. “Apa
ini........?(keheranan)” mengambil barang yang tergeletak diteras rumahnya. “Iniiiiii........seperti
harmonika......”, milik siapaa ini????
Kusam sekali”...lalu membawa harmonika itu ke kamarnya, terlintas dalam
fikirannya, “mungkin barang ini sudah tiada guna jadi orang sengaja membuangnya
toh barangnya sudah jelek sekali”,, (ejek Roni),” atau.. dicoba akh......siapa tahu musiknya masih bagus”.......Setelah dicoba,
ternyata musiknya masih berfungsi, dan Roni tidak berhenti untuk meniup
harmonika tersebut. Seketika, ia
mendengar suara yang sangat merdu, harmonika yang sedang melantunkan lagu,,,,
(tercengaang) ekspresi Roni, keningnya mengkerut, “harmonika ini bisa
bernyanyi,, mimpikaah akuu.....?????”, Ia mengambil harmonika itu dan mencoba
membantingnya siapa tau dia salah perkiraan...tenyata saat dia melakukan itu...
“tolooong,,,,toooloong jangan rusak
saya,,” suara itu seketika menghentikan
niatan Roni, “siapa yang teriak minta tolong, disini tiadak ada oranglain
selain aku”??, “ini sayaaa harmonika yang anda pegang”,, “apaaa, kamuu bisaa bicara
wahai harmonika????”, “bisaaa.....saya Putri tuan dari negeri Dongeng,
toloong jangaan dirusak, saya sudah
lelah dilempar-lempar orang” sahut harmonika itu, “Putrriiiii,,,negerii Dongeng..
apaa inii,,, sepertii dongeng sajaa,,,, apaa aqq sedang bermimpii....???(
menepuk-nepukk pipinya sesekali ia mencubitnya).. awwww sakiiit,,, inii
nyataaaa..... kenapaa kamuu berbentuk harmmonikaa,,,??? (penuh tanya)”, “nantii
saya jelaskan, sekaraang tolong bantuu saya dulu tuan,,,,!!!!” isak harmonika
tersebut, “bagaimana aku bisa membantumu????”,
“tolong,, pukul saya 3x dengan koin emas”, “ aku tidak punya emas”,kata
Roni, “dengan perak(memohon)”, harmonika mempertegas ucapannya, “aku tidak
punya perak, aku miskin dan tidak punya apa-apaa,,jangankan barang-barang
berharga seperti yang kau sebutkan, uang saja aku tidak punya, aku harus
bekerja seharian penuh hanya untuk makan, aku tidak punya apa-apa”, Roni
mencoba menerima keadaan, “ yaa sudaah,, pukul saya dengan barang yang anda
punya “, harmonika mengambil syarat terakhir, “aku hanya punya uang logam Rp
500,00 (saking miskinnya), ini uang sisa makanku tadi pagi” (sambil
memperlihatkan uang ditangannya), “yaa sudah pukul saya sekarang, hati-hati dan
konsentrasilah.....!!!!!”, suruh harmonika.
Dipukullah harmonika tersebut
dengan uang logam itu, tak lama keluarlah puteri nan cantik jelita, dalam hati Ronii
pun terpesona melihatnyaa...cantik ^_^hehe... “Jangan takut tuan, saya Putri
dari negeri Dongeng,,saya dikutuk oleh Raja 5 tahun yang lalu, semua itu karena
kekhilafan saya yang menyalahgunakan kekuasaan, saya gadis yang manja dan
terlalu bebas pergaulan, Raja murka, lalu mengutuk saya, tapi tenanglah
sekarang saya sudah berubah tuan, saya tersasar selama beberapa tahun kesana
kemari mencari orang yang bisa membebaskan saya dari kutukan tadi, sampai
akhirnya saya menemukan anda tuan, terima kasih”. Tutur harmonika. “ sama-sama
Putri,,,,,saya senang bisa membantu anda” muka Roni memerah,, “ Raja juga
mengingatkan bahwa kelak orang yang menyelamatkankan aku adalah seorang raja di
negeri Dongeng dan andalah orangnya tuan,,,” sahut sang puteri, “ (kaget)
apaaa... akuu rajaa.. manaa mampuu aku jadi raja, jadi ketua kampung ini saja
saya tidak bisa...”Roni tidak mempercayai hal yang dikatakan putri, terkesan
terlalu mengada-ngada. Putri Harmonika mencoba membujuknya “percayalah.. anda
orang yang paling tepat untuk memimpin karajaan kami, anda baik hati dan juga
pemberani, anda akan mampu menjalankan amanah ini dengan baik”. “Aku anak
pemulung,, mana mungkiin jadi rajaa???”Roni tetap tak percaya.. “Kenapa
tidak,,,, ini buktinya.. (putri meyakinkan dengan memegang tangan Roni, “
hmmmm bagaimana yaa??? (setelah melakukan proses pemikiran yang panjang) hmmmm..baiklaah.... saya akan
berusaha”. Sahut Roni. “ OK.. anda tidak akan menyesal...” Putri merasa bahagia
karena telah menemukan sosok yang selama ini dicarinya.
Akhirnya, Roni dan Putri
kembali ke negeri Dongeng yang saat itu tidak memiliki pemimpin karena Ayahanda
Putri telah lama meninggal dunia. Roni
menikahi sang putri, ia pun jadi Raja dan Putri jadi Ratu,, sejak itu, negeri Dongeng
mengalami puncak kejayaan karena Raja Roni terkenal sosok yang rendah hati dan
dermawan, ia juga memperhatikan warganya agar tidak kelaparan, mimpi yang dulu pun kini
tercapai dan ia hidup bahagia.
Created:Leni Siti Syamsiah 1A
No comments:
Post a Comment